Media Arus Barito – Guna mengatasi krisis air di sejumlah wilayah yang rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Barito Selatan membuat parit dan kolam penampungan air atau embung. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan air tetap tersedia saat terjadi kebakaran.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala DPUPR Barsel Dr. Ita Minarni, S.T., M.T. melalui Sekretaris DPUPR, Hawinu B. Handen, S.T.,M.Eng, pada Rabu 30 September 2026. Menurutnya, pembuatan selokan dan embung tersebut menjadi solusi cepat agar penanganan Karhutla bisa lebih mudah dan tidak terkendala air.
“Kita membuat selokan/parit untuk pengaliran air ke embung penampungan air, agar penanganan Karhutla dapat ditangani,” terang Hawinu.
Ia menjelaskan, keberadaan embung ini sangat penting untuk membantu tim terpadu penanganan Karhutla, BPBD, serta para relawan di lapangan. Selama ini petugas pemadam sering kesulitan mendapatkan sumber air terutama di lokasi yang jauh dari sungai, sehingga dengan adanya kolam penampungan, air bisa langsung diambil di lokasi kejadian.
“Mari kita sama-sama berdoa semoga situasi krisis kekeringan dan Karhutla ini cepat berlalu,” imbuhnya.
Senada, Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Permukiman DPUPR Barsel, Ir. Kusnardi N.C., S.T., M.T., membeberkan bahwa saat ini ada enam titik lokasi yang menjadi fokus pembangunan parit dan kolam penampungan air. Keenam titik tersebut dipusatkan di wilayah Masimpun, Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, yang dikenal sebagai kawasan dengan hamparan lahan gambut terluas dan sudah beberapa kali terbakar sepanjang tahun 2026.
“Program ini sedang berjalan, sekarang kita siapkan embung kecil di enam titik agar mobil pemadam tidak kesulitan mencari air saat terjadi Karhutla,” jelas Kusnardi.
Selain fokus membangun embung untuk penanganan Karhutla, DPUPR Barsel juga terus melakukan aksi kemanusiaan dengan menyalurkan air bersih bagi warga yang mengalami kekeringan ekstrem dan terdampak kabut asap. “Selain pembuatan embung, DPUPR juga tetap menyalurkan air bersih bagi warga terdampak kabut asap dan kekeringan, sebagai bagian dari mitigasi bencana,” tandasnya. (Red)








