MEDIA ARUS BARITO – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Barito Selatan terus melakukan upaya penyaluran air bersih ke sejumlah desa yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau yang cukup panjang. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama di wilayah yang mengalami krisis air bersih sekaligus rentan terhadap ancaman kebakaran.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Barito Selatan, Hawinu, ST., M.Eng., saat diwawancarai sejumlah awak media di ruang kerjanya, Rabu (30/9/2026). Ia menjelaskan bahwa Dinas PUPR telah membagi penanganan untuk sejumlah wilayah yang mengalami dampak kekeringan, termasuk beberapa desa di Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA) dan Kecamatan Dusun Utara.
Menurut Hawinu, Dinas PUPR memanfaatkan armada yang tersedia untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat. Salah satunya menggunakan water tank truck berkapasitas besar, yang kemudian didukung dua armada lainnya dengan membawa tandon air berkapasitas sekitar 1.200 liter. Dengan tiga armada tersebut, pasokan air dapat diangkut secara bergantian menuju desa-desa yang membutuhkan.
“Dinas PU telah melaksanakan dan sampai saat ini masih melaksanakan penyaluran air ke beberapa desa yang terdampak kekeringan. Kita menggunakan armada yang ada di Dinas PU, termasuk water tank truck dan dua armada yang membawa tandon air,” ujar Hawinu.
Ia menyebutkan, sekali pengantaran dengan armada yang tersedia, jumlah air yang dapat didistribusikan mencapai sekitar 7.400 liter, dengan kapasitas keseluruhan yang dapat dimanfaatkan mencapai sekitar 9.000 liter. Penyaluran dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan desa, sementara pelaksanaan di lapangan juga merupakan tindak lanjut atas arahan Bupati Barito Selatan untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi kekeringan.
Namun, Hawinu mengakui keterbatasan jumlah armada menjadi salah satu kendala dalam menjangkau seluruh desa yang membutuhkan pasokan air secara bersamaan. Karena itu, masyarakat atau pemerintah desa yang masih mengalami krisis air bersih diminta menyampaikan kebutuhan tersebut melalui mekanisme yang tersedia, khususnya kepada bidang yang menangani air minum dan sanitasi pada Dinas PUPR. Selain Dinas PUPR, penyaluran bantuan air juga dilakukan oleh unsur lainnya, termasuk TNI dan kepolisian.
Selain mendistribusikan air menggunakan armada tangki, Dinas PUPR juga membahas langkah penanganan jangka lebih panjang air bersih untuk di sejumlah wilayah yang dinilai rawan kekeringan. diharapkan dapat menjadi cadangan air sehingga masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada pengiriman air menggunakan kendaraan tangki.
Hawinu menegaskan, penanganan kekeringan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengantisipasi potensi kebakaran di tengah musim kemarau yang masih berlangsung. Dengan keterbatasan armada, Dinas PUPR akan terus melakukan distribusi secara bertahap berdasarkan tingkat kebutuhan dan kondisi wilayah, sembari mendorong tersedianya tempat penampungan air yang dapat digunakan masyarakat ketika kondisi kekeringan kembali terjadi.(red)








